Islam
memerintahkan para memeluknya supaya untuk hidup lebih sederhanaPadahal menggunakan
harta yang di perbolehkan, serta gemar shadaqoh dan infak di jalan kebaikan. Sebaliknya,
islam melarang umatnya untuk membelanjakan hartanya dengan terlalu boros (menghambur-hamburkannya). Namun,
kebanyakan umat islam lebih bersenang-senang di jalan syetan dari pada di jalan
Allah SWT. Melalui hidup boros, senang pamer kesenangannya, berlebihan
membelanjakan hartanya, dan bakhil untuk infak di jalan Allah SWT.
وَلا
تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu)
secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
Apa itu tabdzir, Maka dari itu kita di sini penting untuk membahas ayat yang berkenaan dengan
hal-hal ini,
agar kita bisa menjauhi sikap boros (tabdzir) tersebut.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu
‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah sesuatu yang
menginfakkan pada jalan yang salah (keliru). “Mujahid mengatakan, “Semisal, seseorang yang menginfakkan
seluruh hartanya di jalan yang benar, maka itu bukanlah termasuk tabdzir
(pemborosan). Namun, Seseorang yang
menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru,
itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).
“Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan)
adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang
keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al
‘Azhim, 8/474-475).
Ibnul jauzil
mengatakan bahwa yang dimaksud boros itu ada dua pendapat di kalangan para
ulama:
Pertama :
Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Ini dapat
kita lihat dalam perkataan para pakar tafsir yang telah disebutkan di atas.
Kedua :
Boros berarti penyalahgunaan dan bentuk
membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah
orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul
Masiir, 5: 27-28)
Ø
Boros
temannya setan
Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros dengan
mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan”.
Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal
ini.
Ibnu Katsir juga
mengatakan, “Disebut saudara setan karena orang yang boros dan
menghambur-hamburkan harta akan mengantarkan pada meninggalkan ketaatan pada
Allah dan terjerumus dalam maksiat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 475)
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Orang-orang yang di sebut
temanya syetan yaitu orang-orang yang slalu
boros karena syetan itu mengajak manusia supaya pelit dan hidupnya
selalu boros dan syetan juga lebih menyukai sesuatu yang tercela-cela salah
satunya yaitu boros (Tabdzir)
Syetan lebih senang
mengajak manusia yang sering menghambur-hamburkan hartanya. Selalu mengajak
manusia supaya pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan.Nabi slalu
mengajarkan kita untuk supaya bersikap sederhana dan pertengahan (tidak boros
dan tidak terlalu pelit). Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman,
"Dan
orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan
tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang
demikian. " (QS. Al Furqan: 67). (Taisir Al Karimir Rohman, 456)
Ø
Bentuk-bentuk
tabdziir
Pada era globalisasi di
masyarakat sekitar telah menjadi trennya dalam bidang pemborosan harta. Sehingga kita harus bisa
dengan rinci-rincinya untuk menjauhi tabdzir (pemborosan) tersebut.
Pertama:
membantu mereka dengan melalui
sumbangan-sumbangan kepada orang-orang seperti halnya;
v minum-minuman keras,
v konser music (regeean ),
v semacam hura-hura.
Namun sayangnya, dengan membantu mereka-mereka
maka sama halnya membantu dalam perbuatan yang di benci oleh Allah dan membuat
permusuhan satu sama lain.
Kedua:
adalah mereka-mereka yang mengonsumsi
minum-minuman keras dan makanan yang tidak ada manfa’atnya bagi kesehatan kita,
malah justru akan membahayakan bagi jiwa dan raga kita.
Yaitu misalnya;rokok yang di situ
jelas-jelas sudah ada pengertian dan gambar-gambar yang akan membuat tubuh kita
bermasalah. Disamping itu,dari sisi kesehatannya tidak ada yang akan membantah
bahwa itu akan membahayakan jiwanya.
Ketiga:
adalah,berlebihan dalam Merayakan Hari Raya
lebaran .Dengan membeli petasan yang terlalu berlebihan.Membeli sesuatu yang
terlalu banyak di hari raya atau yang (mahal-mahal). Padahal tanpa kita sadari
masih banyak saudara-saudara kita yang tidak terlalu bergaya
(bermegah-megahan). Sa’atnya bagi kita untuk berbagi kepada orang-orang yang
tidak mampu bukan malah kita terlalu asik sendiri dalam berkecukupan
Keempat:
adalah kebanyakan bagi para orang tua itu
merayakan pesta pernikahannya dengan terlalu berlebihan dan tidak menggunakan
syari’at islam. Kebanyakan juga para umat itu tidak paham tuntunan islam dalam
walimah. Mereka menghambur-hamburkan hartanya yang berjuta-juta bahkan
bermilyar-milyaran untuk melakukan hal-hal yang seperti itu. Padahal tanpa
mereka sadari dengan merayakan hal itu bisa dengan selametan atau mengundang
warga sekitar dengan menyembelih hewan kurban
Itulah beberapa pengertian dari perbuatan tabdzir ( pemborosan) di sekitar masyarakat. Setiap
aturan yang telah Allah buat untuk hamba-Nya sudahlah pasti mengandung
hikmah. Demikian pula bagi mereka yang melanggar aturan-Nya, Allah akan murka
padanya, sementara ia akan sengsara di dunia dan akhirat. Perbanyaklah untuk memohon kepada Allah agar supaya kita di jauhkan
dari sikap tabdzir (pemboros).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar