Selasa, 07 Februari 2017

Orang Boros Temannya Setan

Islam memerintahkan para memeluknya supaya untuk hidup lebih sederhanaPadahal menggunakan harta yang di perbolehkan, serta gemar shadaqoh dan infak di jalan kebaikan. Sebaliknya, islam melarang umatnya untuk membelanjakan hartanya dengan terlalu boros (menghambur-hamburkannya). Namun, kebanyakan umat islam lebih bersenang-senang di jalan syetan dari pada di jalan Allah SWT. Melalui hidup boros, senang pamer kesenangannya, berlebihan membelanjakan hartanya, dan bakhil untuk infak di jalan Allah SWT.

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

     Apa itu tabdzir, Maka dari itu kita di sini penting untuk membahas ayat yang berkenaan dengan hal-hal ini, agar kita bisa menjauhi sikap boros (tabdzir) tersebut.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah sesuatu yang menginfakkan pada jalan yang salah (keliru).Mujahid mengatakan, “Semisal, seseorang yang menginfakkan seluruh hartanya di jalan yang benar, maka itu bukanlah termasuk tabdzir (pemborosan). Namun,  Seseorang yang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).
Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8/474-475).
Ibnul jauzil mengatakan bahwa yang dimaksud boros itu ada dua pendapat di kalangan para ulama:
Pertama :
 Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Ini dapat kita lihat dalam perkataan para pakar tafsir yang telah disebutkan di atas.
Kedua :
 Boros berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul Masiir, 5: 27-28)
Ø  Boros temannya setan
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan”. Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Katsir juga mengatakan, “Disebut saudara setan karena orang yang boros dan menghambur-hamburkan harta akan mengantarkan pada meninggalkan ketaatan pada Allah dan terjerumus dalam maksiat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 475)
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Orang-orang yang di sebut temanya syetan yaitu orang-orang yang slalu  boros karena syetan itu mengajak manusia supaya pelit dan hidupnya selalu boros dan syetan juga lebih menyukai sesuatu yang tercela-cela salah satunya yaitu boros (Tabdzir)
Syetan lebih senang mengajak manusia yang sering menghambur-hamburkan hartanya. Selalu mengajak manusia supaya pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan.Nabi slalu mengajarkan kita untuk supaya bersikap sederhana dan pertengahan (tidak boros dan tidak terlalu pelit). Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman,
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. " (QS. Al Furqan: 67). (Taisir Al Karimir Rohman, 456)
Ø  Bentuk-bentuk tabdziir
Pada era globalisasi di masyarakat sekitar telah menjadi trennya dalam bidang  pemborosan harta. Sehingga kita harus bisa dengan rinci-rincinya untuk menjauhi tabdzir (pemborosan) tersebut.
Pertama:
 membantu mereka dengan melalui sumbangan-sumbangan kepada orang-orang seperti halnya;
v  minum-minuman keras,
v  konser music (regeean ),
v  semacam hura-hura.
 Namun sayangnya, dengan membantu mereka-mereka maka sama halnya membantu dalam perbuatan yang di benci oleh Allah dan membuat permusuhan satu sama lain.
Kedua:
 adalah mereka-mereka yang mengonsumsi minum-minuman keras dan makanan yang tidak ada manfa’atnya bagi kesehatan kita, malah justru akan membahayakan bagi jiwa dan raga kita. Yaitu misalnya;rokok  yang di situ jelas-jelas sudah ada pengertian dan gambar-gambar yang akan membuat tubuh kita bermasalah. Disamping itu,dari sisi kesehatannya tidak ada yang akan membantah bahwa itu akan membahayakan jiwanya.
Ketiga:
 adalah,berlebihan dalam Merayakan Hari Raya lebaran .Dengan membeli petasan yang terlalu berlebihan.Membeli sesuatu yang terlalu banyak di hari raya atau yang (mahal-mahal). Padahal tanpa kita sadari masih banyak saudara-saudara kita yang tidak terlalu bergaya (bermegah-megahan). Sa’atnya bagi kita untuk berbagi kepada orang-orang yang tidak mampu bukan malah kita terlalu asik sendiri dalam berkecukupan
Keempat:
 adalah kebanyakan bagi para orang tua itu merayakan pesta pernikahannya dengan terlalu berlebihan dan tidak menggunakan syari’at islam. Kebanyakan juga para umat itu tidak paham tuntunan islam dalam walimah. Mereka menghambur-hamburkan hartanya yang berjuta-juta bahkan bermilyar-milyaran untuk melakukan hal-hal yang seperti itu. Padahal tanpa mereka sadari dengan merayakan hal itu bisa dengan selametan atau mengundang warga sekitar dengan menyembelih hewan kurban

Itulah beberapa pengertian dari  perbuatan tabdzir ( pemborosan) di sekitar masyarakat. Setiap aturan yang telah Allah buat untuk hamba-Nya sudahlah pasti mengandung hikmah. Demikian pula bagi mereka yang melanggar aturan-Nya, Allah akan murka padanya, sementara ia akan sengsara di dunia dan akhirat.  Perbanyaklah untuk memohon kepada Allah agar supaya kita di jauhkan dari sikap tabdzir (pemboros).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar