Ancaman Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat
Kebahagiaan
hidup di dunia dan akhirat tentulah
harapan kita, jadi marilah kita
tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjauhi segala
larangannya dan menjalankan segala perintanya.
Dalam
rukun islam, solat adalah salah satu rukun wajib setelah dua kalimat syahadat.
Solat merupakan pokok ibadah yang diutamakan
setelah keimanan.
Bagi
mereka yang mengaku beriman, solat bukan hanyalah kewajiban perintah yang
apabila dilakukan mendapatkan pahala dan berdosa bila ditinggalkan.
Namun
, perantara menggapai ketenangan beserta ketentraman jiwa adalah salah satu
tujuan dari mereka.
Menurut
dasar al-Qur’an, hadist dan ijmak, hukum solat adalah fardu ain.
Ketika
nabi Muhammad SAW melaksanakan isro’ mi’roj, Allah swt memerintahkan kewajiban
melaksanakan solat, dan meninggikan nilai ibadah dalam menjalankan solat.
Karena
solat adalah suatu kewajiban rukun yang berbeda dengan rukun islam yang lainnya, dimana
pelaksanaannya tidak gugur dalam keadaan apapun.
Sangat
disayangkan sekali zaman sekarang mayoritas generasi sudah menganggap remeh
perkara solat, mereka lebih mengutamakan hawa nafsu mereka.
Allah
SWT berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jahat) yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan
menemui kesesatan.” (QS, Maryam: 59).
karena
itulah suatu kewajiban kita mengingatkan
mereka pada ancaman meninggalkan perintah solat..
Neraka
saqor adalah salah satu ancaman/azab bagi orang yang mengabaikannya.
Allah
SWT berfirman, Apakah yang memasukkan kalian kedalam saqar (neraka)?, mereka
menjawab “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. (QS,
al-Muddat-tsir : 42-43). Kecelakaan bagi orang-orang yang enggan untuk sujud
kepada Allah SWT, dan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah!, niscaya
mereka tidak mau rukuk dan kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang
mendustakan. (QS, al-Mursalat: 48-49). “Maka celakalah bagi orang-orang yang
shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya”. (QS, al-Maun: 4-5).
Azab
kubur, firman Allah SWT, dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, (QS, Thaha: 124). Kehidupan yang
sempit disini, ditafsirkan dengan azab kubur (Tafsir taisir al-karim al
-rahman, hal: 711).
Orang-orang yang berpaling dari Allah SWT
dengan meninggalkan shalat, akan merasakan sempitnya alam kubur dan kuburnya
itu bagaikan satu jurang dari jurang-jurang neraka. Orang yang meninggalkan
shalat, setelah dikuburkan, ia akan didatangi oleh seorang laki-laki yang
bermuka jelek, berpakaian jelek, berbau busuk, kemudian ia berkata,”
bergembiralah dengan keburukan yang akan menimpamu, ini adalah hari yang telah
dijanjikan kepadamu, lantas ia bertanya,”siapa kamu? Mukamu adalah muka yang
sangat jelek, lelaki itu menjawab, “saya adalah amalanmu yang
jelek,”(HR.Ahmad).
Pada
hari kiamat orang yang meninggalkan solat akan dibangkitkan bersama Qorun,Fir’un,Haman
serta Ubay bin Khalaf.
Disebabkan
orang yang meninggalkan solat terkadang lebih mengutamakan kekuasaan dan hartanya.
Ataupun bisnisnya.
Mereka
yang disibukkan oleh hatanya sehingga mengabaikan perkara solat, kelak akan
dibangkitkan bersama Qorun, apabila meeka disibukkan dengan kekuasaannya maka
akan dibangkitkan besama Fir’aun.
Adapun
akan dibangkitkan bersama haman beseta ubay bin khalaf, jika meeka disibukkan
dengan bisnisnya dan tugas kementriannya.
Rasulullah
SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga shalat, maka shalatnya akan menjadi
cahaya dan tanda baginya pada hari kiamat dan barang siapa yang tidak
menjaganya, ia tidak akan memperoleh cahaya, tanda dan keselamatan di hari
akhirat dan di hari akhirat ia akan bersama Qarun, Fir’un, Haman dan Ubay bin
Khalaf”. (HR. Ahmad, ad-Darimi, dan Baihaqy).
Lepas
dari tanggungan Allah SWT, Muadz bin Jabal berkata, Rasulullah SAW menasehatiku
dengan sabdanya. “Janganlah kamu menyekutukan Allah, sekalipun kamu dibunuh
atau dibakar. Janganlah kamu durhaka kepada kedua orang tuamu, meskipun kamu
disuruh untuk meninggalkan keluarga dan hartamu, serta janganlah sekali-kali
meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang
meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka sungguh tanggungan Allah akan
lepas darinya”. (HR.at-Thabrani).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar