Selasa, 07 Februari 2017

Ancaman Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

Ancaman Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

Kebahagiaan hidup di dunia  dan akhirat tentulah harapan  kita, jadi marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjauhi segala larangannya dan menjalankan segala perintanya.
Dalam rukun islam, solat adalah salah satu rukun wajib setelah dua kalimat syahadat.
Solat  merupakan pokok ibadah yang diutamakan setelah keimanan.
Bagi mereka yang mengaku beriman, solat bukan hanyalah kewajiban perintah yang apabila dilakukan mendapatkan pahala dan berdosa bila ditinggalkan.
Namun , perantara menggapai ketenangan beserta ketentraman jiwa adalah salah satu tujuan dari mereka.
Menurut dasar al-Qur’an, hadist dan ijmak, hukum solat adalah fardu ain.
Ketika nabi Muhammad SAW melaksanakan isro’ mi’roj, Allah swt memerintahkan kewajiban melaksanakan solat, dan meninggikan nilai ibadah dalam menjalankan solat.
Karena solat adalah suatu kewajiban rukun yang berbeda dengan  rukun islam yang lainnya, dimana pelaksanaannya tidak gugur dalam keadaan apapun.
Sangat disayangkan sekali zaman sekarang mayoritas generasi sudah menganggap remeh perkara solat, mereka lebih mengutamakan hawa nafsu mereka.
Allah SWT berfirman : “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jahat) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS, Maryam: 59).
karena itulah suatu  kewajiban kita mengingatkan mereka pada ancaman meninggalkan perintah solat..
Neraka saqor adalah salah satu ancaman/azab bagi orang yang mengabaikannya.
Allah SWT berfirman, Apakah yang memasukkan kalian kedalam saqar (neraka)?, mereka menjawab “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat. (QS, al-Muddat-tsir : 42-43). Kecelakaan bagi orang-orang yang enggan untuk sujud kepada Allah SWT, dan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah!, niscaya mereka tidak mau rukuk dan kecelakaanlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (QS, al-Mursalat: 48-49). “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya”. (QS, al-Maun: 4-5).
Azab kubur, firman Allah SWT, dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, (QS, Thaha: 124). Kehidupan yang sempit disini, ditafsirkan dengan azab kubur (Tafsir taisir al-karim al -rahman, hal: 711).
 Orang-orang yang berpaling dari Allah SWT dengan meninggalkan shalat, akan merasakan sempitnya alam kubur dan kuburnya itu bagaikan satu jurang dari jurang-jurang neraka. Orang yang meninggalkan shalat, setelah dikuburkan, ia akan didatangi oleh seorang laki-laki yang bermuka jelek, berpakaian jelek, berbau busuk, kemudian ia berkata,” bergembiralah dengan keburukan yang akan menimpamu, ini adalah hari yang telah dijanjikan kepadamu, lantas ia bertanya,”siapa kamu? Mukamu adalah muka yang sangat jelek, lelaki itu menjawab, “saya adalah amalanmu yang jelek,”(HR.Ahmad).
Pada hari kiamat orang yang meninggalkan solat akan dibangkitkan bersama Qorun,Fir’un,Haman serta Ubay bin Khalaf.
Disebabkan orang yang meninggalkan solat terkadang lebih mengutamakan kekuasaan dan hartanya. Ataupun bisnisnya.
Mereka yang disibukkan oleh hatanya sehingga mengabaikan perkara solat, kelak akan dibangkitkan bersama Qorun, apabila meeka disibukkan dengan kekuasaannya maka akan dibangkitkan besama Fir’aun.
Adapun akan dibangkitkan bersama haman beseta ubay bin khalaf, jika meeka disibukkan dengan bisnisnya dan tugas kementriannya.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga shalat, maka shalatnya akan menjadi cahaya dan tanda baginya pada hari kiamat dan barang siapa yang tidak menjaganya, ia tidak akan memperoleh cahaya, tanda dan keselamatan di hari akhirat dan di hari akhirat ia akan bersama Qarun, Fir’un, Haman dan Ubay bin Khalaf”. (HR. Ahmad, ad-Darimi, dan Baihaqy).
Lepas dari tanggungan Allah SWT, Muadz bin Jabal berkata, Rasulullah SAW menasehatiku dengan sabdanya. “Janganlah kamu menyekutukan Allah, sekalipun kamu dibunuh atau dibakar. Janganlah kamu durhaka kepada kedua orang tuamu, meskipun kamu disuruh untuk meninggalkan keluarga dan hartamu, serta janganlah sekali-kali meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, karena sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka sungguh tanggungan Allah akan lepas darinya”. (HR.at-Thabrani).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar