Pada zaman Modern
ini, semakin hari semakin banyak kejahatan yang terjadi di dunia ini,
seolah-olah kejahatan itu sudah menjadi kebiasaan hidup. Sudah banyak fenomena
di dunia ini seperti hal nya bencana banjir, puting beliung,gempa
bumi, dan masih banyak lagi contohnya. Bukankah semua bencana itu dari ulah
manusia itu sendiri?.Mereka tidak mau menjaga apa yang telah Allah SWT berikan.
Gunung-gunung di manfaatkan untuk kepentingan pribadi dan tidak mau mereboisasi, para nelayan memanfaatkan bahan kimia untuk
mencari penghasilan dengan cara pengeboman, dan masih banyak contoh ulah
manusia itu sendiri memperlakukan alam dengan tidak sewajarnya. Namun, tidak
ada seorangpun yang melarang. Mereka tidak
menjalankan perintah Allah SWT, seperti halnya AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR yang
saat ini mulai jarang kita jumpai. Seandainya manusia itu sadar bahwa Allah SWT
telah bersabda dalam Al-Qur’an, surat Al-‘Asr ayat 1-3
وَالْعَصْرِ () اِنَّ اْلاِنْسَانَ لَفِى خُسْرٍ () اِلَّاالَّذِىْنَ اَمَنُوْوَعَمِلُو
الصَّالِحَاتِ وَتوَاصَوْابِالْحَقِّ وَتَوَا صَوْبِالصَّبْرِ()
Artinya : ” Demi
masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2) Kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
dalam kebenaran dan kesabaran.”(QS Al-‘Asr : 1-3).
Ayat tersebut
menjelaskan bahwa manusia akan rugi apabila seseorang lalai terhadap waktu.
Waktu adalah milik tuhan, didalamnya Tuhan
melaksanakan segala perbuatannya, seperti; memberi rizki makhluk-makhluknya,
menciptakan alam semesta, memuliakan dan menghinakan,maka mereka akan
menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT. Tapi, sedikit sekali yang
menyadari itu lalu mensyukurinya, mayoritas manusia terlena dengan kilapnya
dunia ini yang sejatinya hanyalah permainan belaka, sendau gurau dan bersifat
sementara. Semoga apa yang kami tulis dalam karangan ini bermanfaat, barokah
serta di Ridhoi oleh Allah SWT.
Amar Ma’ruf dapat di
artikan usaha mendorong atau menggerakan umat manusia untuk melakukan hal-hal
yang Syari’at ( agama ). Dan Nahi Munkar adalah seruan untuk mencegah tindakan
yang tidak ber-Syari’at dan di larang oleh agama. Jadi, AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
adalah usaha mendorong atau menggerakan umat
manusia untuk menjadi pribadi yang menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi
segala larangan-Nya. Seperti yang telah tertutur di dalam Al-Qur’an tepatnya di
surat Al-Imron ayat 104 :
ولتلكن منكم امه يدعون الى الخىر ويامرون بالمعروف و ينهون عن المنكر
واولئك هم المفلحون
Artinya ; “ Dan hendaklah ada di antara
kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang Ma’ruf
dan mencegah dari yang Munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imron104).
Maksud dari ayat
tersebut adalah hendaknya ada di suatu golongan umat manusia yang menyeru
kepada kebaikan,menegakkan dakwah, dan mencegah dari yang munkar. Niscaya
keberuntungan dari Allah SWT ada padamu.
Namun demikian,
siapa saja yang melaksanakan tugas tersebut harus mengetahui kandungan
Al-Qur’an dan Al-Hadist, dan mengetahui agama dan madzhab yang di anut oleh
masyarakat agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjadi tauladan
(amal shaleh) yang menyebabkan ia di ikuti dan di teladani ilmu dan amal
shalehnya.
kita sebagai umat
Nabi Muhammad harus senantiasa bersyukur atas kemuliaan yang Allah SWT berikan.
Seluruh umat Nabi Muhammad SAW adalah umat yang terbaik karena adanya
sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh umat sebelumnya. Oleh karena itu sebagai
umat Nabi Muhammad SAW, kita ditujukan untuk mewujudkan dan menampakkan kepada
seluruh umat manusia Amar Ma’ruf Nahi Munkar hingga akhir zaman. Seperti yang
telah di sabdakan Allah SWT dalam surat Al-Imron ayat 110 :
كُنْتُمْ
خَىْرِاُمَةٍ اَخْرَجَتْ لِلنَّاسِىْ تَاْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتُنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للهِ وَلَوْ اَمَنَ اَهْلُ الْكِتَابِ لْكَانُ خَىْرُالَّهُمْ
مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمْالْفَاسِقُوْن
artinya
:“Kamu adalah umat yang terbaik yang di keluarkan untuk manusia, menyeru kepada
yang Ma’ruf dan mencegah dari yang Munkar, dan beriman kepada Allah SWT.
Sekiranya Ahl Al-Kitab beriman, tentulah itu baik bagi mereka. Diantara mereka
ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”(Q.S Ali Imron
: 110).
Oleh
karena itu, sebagai umat yang terbaik, gunakan lah kesempatan ini untuk menjadi
generasi-generasi yang mampu menunjukan jalan kepada orang-orang yang
membutuhkan Suri tauladan yang dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih terang
untuk menuju ke jalan yang benar.
Dalam keluargapun Amar Ma’ruf Nahi
Munkar dapat di terapkan. Dalam Q.S Taha: 132 di jelaskan bahwa setiap orang
tua, terutama ayah sebagai kepala keluarga, di wajibkan untuk menyuruh anggota keluarga
mendirikan shalat.
Dalam riwayat lain
yang di tegaskan oleh Nabi yang maksudnya:
“Suruhlah anakmu
mengerjakan shalat jika mereka berumur tujuh tahun. Dan apabila anak itu sudah
berumur sepuluh tahun, namun tidak mau mengakannya maka berikanlah hukuman
atasnya“.
Hadist ini
menjelaskan bahwa orang tua berkewajiban menyuruh anaknya menjalankan shalat,
apabila berusia sepuluh tahun, namun tidak mau melaksanakannya, maka orang tua harus
memberi hukuman atas anak tersebut.
Diperintahkan kepada
orang tua untuk bersabar dalam mendidik anak dalam menjalankan shalat. Karena
pada zaman modern ini, banyak orang tua yang lalai dalam membimbig anak,
sehingga anak akan merasa bebas saat tidak ada pantauan dari orang tua.
Dalam hal Amar Ma’ruf Nahi Munkarpendidikan
juga sangat berperan dalam pengamalannya. Karna tanpa pendidikan, kita tidak
dapet mengetahui apa yang akan kita lakukan ketika kita mendapat halangan
seperti penangkalan dari seseorang yang lain Madzhab. Oleh karena itu,
pendidikan akan membantu kita dalam menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Tidak hanya itu,
dalam menjalankan perintah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita harus tegas dalam
berdakwah, seperti yang telah di sabdakan Nabi yang di riwayatkan oleh Muslim :
عَنْ اَبِيْ
سَعِيدِ الْخُدْرى ِرضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ
اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمْ يَقُولُ : مَنْ رَاَي مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ
فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفٍ اْلاِيْمَانَ (روه المسلم)
Artinya :” Abu sa’id
Al-Khudriy ra, berkata aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda : “Barang siapa di Antara kalian melihat
kemungkaran hendaklah ia merunah dengan tangannya, bila tidak mampu maka dengan
lisannyadan kalau tidak mampu, maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah
selemah-lemahnya iman.”(HR. Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar