Selasa, 07 Februari 2017

AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR



Pada zaman Modern ini, semakin hari semakin banyak kejahatan yang terjadi di dunia ini, seolah-olah kejahatan itu sudah menjadi kebiasaan hidup. Sudah banyak fenomena di dunia ini seperti hal nya bencana banjir, puting beliung,gempa bumi, dan masih banyak lagi contohnya. Bukankah semua bencana itu dari ulah manusia itu sendiri?.Mereka tidak mau menjaga apa yang telah Allah SWT berikan. Gunung-gunung di manfaatkan untuk kepentingan pribadi dan tidak mau mereboisasi, para nelayan memanfaatkan bahan kimia untuk mencari penghasilan dengan cara pengeboman, dan masih banyak contoh ulah manusia itu sendiri memperlakukan alam dengan tidak sewajarnya. Namun, tidak ada seorangpun yang melarang. Mereka tidak menjalankan perintah Allah SWT, seperti halnya AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR yang saat ini mulai jarang kita jumpai. Seandainya manusia itu sadar bahwa Allah SWT telah bersabda dalam Al-Qur’an, surat Al-‘Asr ayat 1-3


وَالْعَصْرِ () اِنَّ اْلاِنْسَانَ لَفِى خُسْرٍ () اِلَّاالَّذِىْنَ اَمَنُوْوَعَمِلُو الصَّالِحَاتِ وَتوَاصَوْابِالْحَقِّ وَتَوَا صَوْبِالصَّبْرِ()                          
Artinya : ” Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”(QS Al-‘Asr : 1-3).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia akan rugi apabila seseorang lalai terhadap waktu. Waktu adalah milik tuhan, didalamnya Tuhan melaksanakan segala perbuatannya, seperti; memberi rizki makhluk-makhluknya, menciptakan alam semesta, memuliakan dan menghinakan,maka mereka akan menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT. Tapi, sedikit sekali yang menyadari itu lalu mensyukurinya, mayoritas manusia terlena dengan kilapnya dunia ini yang sejatinya hanyalah permainan belaka, sendau gurau dan bersifat sementara. Semoga apa yang kami tulis dalam karangan ini bermanfaat, barokah serta di Ridhoi oleh Allah SWT.

Amar Ma’ruf dapat di artikan usaha mendorong atau menggerakan umat manusia untuk melakukan hal-hal yang Syari’at ( agama ). Dan Nahi Munkar adalah seruan untuk mencegah tindakan yang tidak ber-Syari’at dan di larang oleh agama. Jadi, AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR adalah usaha mendorong atau menggerakan  umat manusia untuk menjadi pribadi yang menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Seperti yang telah tertutur di dalam Al-Qur’an tepatnya di surat Al-Imron ayat 104 :

ولتلكن منكم امه يدعون الى الخىر ويامرون بالمعروف و ينهون عن المنكر واولئك هم المفلحون                               
Artinya ; “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang Ma’ruf dan mencegah dari yang Munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Imron104).

Maksud dari ayat tersebut adalah hendaknya ada di suatu golongan umat manusia yang menyeru kepada kebaikan,menegakkan dakwah, dan mencegah dari yang munkar. Niscaya keberuntungan dari Allah SWT ada padamu.

Namun demikian, siapa saja yang melaksanakan tugas tersebut harus mengetahui kandungan Al-Qur’an dan Al-Hadist, dan mengetahui agama dan madzhab yang di anut oleh masyarakat agar ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjadi tauladan (amal shaleh) yang menyebabkan ia di ikuti dan di teladani ilmu dan amal shalehnya.

kita sebagai umat Nabi Muhammad harus senantiasa bersyukur atas kemuliaan yang Allah SWT berikan. Seluruh umat Nabi Muhammad SAW adalah umat yang terbaik karena adanya sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh umat sebelumnya. Oleh karena itu sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita ditujukan untuk mewujudkan dan menampakkan kepada seluruh umat manusia Amar Ma’ruf Nahi Munkar hingga akhir zaman. Seperti yang telah di sabdakan Allah SWT dalam surat Al-Imron ayat 110 :

كُنْتُمْ خَىْرِاُمَةٍ اَخْرَجَتْ لِلنَّاسِىْ تَاْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتُنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للهِ وَلَوْ اَمَنَ اَهْلُ الْكِتَابِ لْكَانُ خَىْرُالَّهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمْالْفَاسِقُوْن    
artinya :“Kamu adalah umat yang terbaik yang di keluarkan untuk manusia, menyeru kepada yang Ma’ruf dan mencegah dari yang Munkar, dan beriman kepada Allah SWT. Sekiranya Ahl Al-Kitab beriman, tentulah itu baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”(Q.S Ali Imron : 110).
Oleh karena itu, sebagai umat yang terbaik, gunakan lah kesempatan ini untuk menjadi generasi-generasi yang mampu menunjukan jalan kepada orang-orang yang membutuhkan Suri tauladan yang dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih terang untuk menuju ke jalan yang benar.
            Dalam keluargapun Amar Ma’ruf Nahi Munkar dapat di terapkan. Dalam Q.S Taha: 132 di jelaskan bahwa setiap orang tua, terutama ayah sebagai kepala keluarga, di wajibkan untuk menyuruh anggota keluarga mendirikan shalat.

Dalam riwayat lain yang di tegaskan oleh Nabi yang maksudnya:
“Suruhlah anakmu mengerjakan shalat jika mereka berumur tujuh tahun. Dan apabila anak itu sudah berumur sepuluh tahun, namun tidak mau mengakannya maka berikanlah hukuman atasnya“.
Hadist ini menjelaskan bahwa orang tua berkewajiban menyuruh anaknya menjalankan shalat, apabila berusia sepuluh tahun, namun tidak mau melaksanakannya, maka orang tua harus memberi hukuman atas anak tersebut.
Diperintahkan kepada orang tua untuk bersabar dalam mendidik anak dalam menjalankan shalat. Karena pada zaman modern ini, banyak orang tua yang lalai dalam membimbig anak, sehingga anak akan merasa bebas saat tidak ada pantauan dari orang tua.

            Dalam hal Amar Ma’ruf Nahi Munkarpendidikan juga sangat berperan dalam pengamalannya. Karna tanpa pendidikan, kita tidak dapet mengetahui apa yang akan kita lakukan ketika kita mendapat halangan seperti penangkalan dari seseorang yang lain Madzhab. Oleh karena itu, pendidikan akan membantu kita dalam menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Tidak hanya itu, dalam menjalankan perintah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kita harus tegas dalam berdakwah, seperti yang telah di sabdakan Nabi yang di riwayatkan oleh Muslim :

عَنْ اَبِيْ سَعِيدِ الْخُدْرى ِرضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمْ يَقُولُ : مَنْ رَاَي مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفٍ اْلاِيْمَانَ (روه المسلم)                                                                                           
Artinya :” Abu sa’id Al-Khudriy ra, berkata aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda : “Barang siapa di Antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia merunah dengan tangannya, bila tidak mampu maka dengan lisannyadan kalau tidak mampu, maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”(HR. Muslim).

            Penjelasan hadist diatas, bahwasannya seorang dari bangsa khudriy pernah mendengar rasulallah bersabda yang maksudnya apabila melihat orang yang berbuat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangan, bila orang tersebut masih belum bisa berubah, maka rubahlah dengan lisan, cukup memberinya nasehat, tapi bila itu masih belum bisa merubahnya, maka rubahlah dengan hati, cukup membenci perbuatannyea itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar