Ada pepatah mengatakan
:
يتقيمايدريلامنيتقيكيف
“Orang yang tidak
mengetahui fitnah dan dampak buruknya sangat mungkin jatuh ke dalam suatu
fitnah dan bahkan bergelimang dengannya”.
Barangsiapa yang rendah pengetahuannya akan fitnah dan dampak buruknya,
maka ia akan sangat mungkin masuk kedalamnya atau bahkan bergelimang dengannya.Dia tidak menyadari bahwa hal ini
sangat membahayakan hidupnya.Jika hal ini terus berlanjut, maka
kemungkinan besar dia akan menyesal.Mengetahui dampak buruk akan suatu bahaya,
menjadikan seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan melakukan
suatu tindakan.Begitu juga dengan mengetahui bahaya fitnah dan dampak negatifnya
akan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan.
Sehubungan dengan itu,
mengenal fitnah termasuk sikap yang dapat meghindarkan kita dari keburukan
akibat fitnah, dan hikmah dari kembalinya suatu perkara. Sikap ini termasuk
sikap ketakdziman seorang hamba terhadap tuhannya, karena ia akan selalu memandang
jauh kedepan sebelum melakukan sesuatu.
Fitnah menurut bahasa adalah
Al-Azhari rahimahullah mengatakan, “ coba’an dan ujian adalah inti dari makna fitnah”
Dan pernyataan
tersebut asalnya diambil dari ucapan seseorang:
والذهبالفضةفتنتُ
“Saya menguji perak
dan emas”
Arti dari ungkapan di
atas adalah melelehkan kedua benda tersebut dengan api, supaya terpisahkan
yakni sesuatu yang buruk dan yang baik.
Pada umumnya orang
memaknai kata “fitnah” adalah sesuatu yang ada kaitannya dengan orang lain
contoh: “saya telah di fitnah”. Padahal arti kata fitnah sejatinya adalah
sesuai dengan makna ungkapan di atas yakni “ujian atau coba’an” atau lebih jelasnya Fitnah adalah
ujian atau cobaan baik berupa kebaikan ataupun
keburukan, dengan diberi kenikmataan ataupun ditimpa suatu kemalangan yang mana manusia
itu tidak dapat menerimannya atau menjaganya. Fitnah bagi kaum musyrikin mempunyai
artitersendiri, fitnah seorang mukmin terletak pada hartanya, anaknya,
jabatannya dan lainnya. Fitnah yang Allah
takdirkan terjadi diantara kaum muslimin,
Allah
menaksirkan fitnah tejadi pada kaum muslimin. Seperti fitnah yang Dia takdirkan terjadi diantara pengikut
Ali dan Mu’awiyah dengan Ahlul Jamal dan (fitnah yang terjadi) dantara
kaum muslimin hingga saling memerangi dan saling memboikot.Semua itu memiliki makna tersendiri (aad: 3/170).
Misalkan :
Ada seorang wanita
yang mempunyai paras cantik dan menawan, semua orang takjub akan kecantikan
wajahnya, jangankan satu pria, 20 pria pun dalam sekejab bisa dia dapatkan.
Namun na’as, kecantikan yang seharusnya menjadi anugerah ini malah menjadikan
malapetaka baginya.Bagaimana tidak? Karena paras cantiknya dia telah membuat
dua orang pemuda bertengkar hingga salah satunya dalam kondisi kritis
dikarenakan memperebutkannya. Bahkan sangking cantiknya ada puluhan germo yang
siap menjadikannya wanita penghibur.Kenapa demikian? Karena semua orang suka
dengan paras cantiknya.
Dari ilustrasi di atas
bukankah itu sebuah malapetaka besar?Dimana letak keberuntungannya jika karena
dia seseorang yang seharusnya akur malah menjadi musuh? Apakah masih bisa
dikatakan anugerah, jika karena paras cantiknya masa dapan dia terancam?. Jika
seseorang menginginkan anugerah dari apa yang dia miliki, seharusnya dia mau
menjaga sebuah kelebihannya untuk hal-hal yang seharusnya.
Oleh karena itulah
Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dan mengulangi sabdanya
sampai tiga kali,
الفتنجُنِّبَلمنالسعيدإن
“Sesungguhnya orang
yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah.”
Makna inilah yang
ditunjukkan oleh firman allah “Azza wa jalla”
{يَوْمَهُمْعَلَىالنَّارِيُفْتَنُونَ}
“(Hari pembalasan itu)
ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api Neraka” (Adz -Dzaariyaat: 13),
maksudnya adalah dibakar dengan api Neraka” (: 14/296).
Begitu besar bahaya
fitnah ini, sehingga dalam Al-Qur’an allah mengulang-ngulangi firmannya.
Firman Allah Ta’ala,
يُفْتَنُونَلَاوَهُمْآمَنَّايَقُولُواأَنْيُتْرَكُواأَنْالنَّاسُأَحَسِبَ
“Apakah manusia itu
mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang
mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabuut: 2).
Manusia akan selamanya
diuji oleh allah, karena dengan ujian ini allah akan memilih manusia-manusia
yang istimewa, yakni manusia-manusia yang benar-benar beriman kepada allah.
MENGAPA MEMFITNAH ORANG LAIN SANGAT BESAR ANCAMANNYA,
BAHKAN MELEBIHI DARI PADA PERBUATAN MEMBUNUH?
Kita sebagai orang
muslim harus sangat berhati-hati dalam menjaga ucapan kita, karena ucapan
adalah menunjukkan suatu kualitas seseorang. Apalagi sangat diprihatinkan jika
kita berbicara harus benar-benar difikir dahulu, karena tidak sedikit orang
salah dalam berkata dapat berakibat fitnah bagi orang lain. Apalagi dengan
sengaja memfitnah orang lain, sangatlah menunjukkan kehinaan diri kita.
…الفِتْنَةُ
أَشَدُّ مِنَ القَتْلِ…
…fitnah lebih kejam dari pembunuhan… (al-Baqarah:
191)
Bukankah
kita selalu bertanya “mengapa fitnah lebih kejam daripada membunuh?Padahal
membunuh adalah suatu kejahatan yang paling tinggi tingkatannya. Mengapa masih
ada yang lebih tinggi lagi?”. Percaya ataupun tidak “karena fitnah orang lain
bisa terbunuh” letak kekejamannya adalah “ jika orang lain terbunuh karena
fitnah, pelaku pembunuhan yang sebenarnya tidak akan pernah diketahui atau
bahkan dihukum”. Sangat keji bukan?Sekarng
tahukan alasan mengapa allah sangat melaknat orang-orang
yang suka memfitnah. Pelaku fitnah tidak akan pernah bisa diseret dihadapan
hokum, bahkan tidak ada pasalnya. Namun mereka yang melakukan fitnah dia bisa
dengan mudah membunuh seseorang tanpa suatu alasan dan tanpa sepengetahuan
siapapun.
Dampak
dari pelaku fitnah adalah:
An-Nisa (4) : 91
سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُواْ قَوْمَهُمْ
كُلَّ مَا رُدُّوَاْ إِلَى الْفِتْنِةِ أُرْكِسُواْ فِيِهَا فَإِن لَّمْ
يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُواْ إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوَاْ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثِقِفْتُمُوهُمْ وَأُوْلَـئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ
عَلَيْهِمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً
4.91. Kelak kamu akan dapati
(golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu
dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah
(syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan
kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan
tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan
merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk
menawan dan membunuh) mereka.
APA BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG SUKA MEMFITNAH?
Apapun yang kita
lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban, apa yang akan ditanggung
jawabkan bagi orang-orang yang suka memfitnah? Jangan dikira lolos dari dunia
akan lolos ketika di akhirat? Salah besar karenaallah telah menjanjikan balasan bagi
para pembuat fitnah.
At-Taubah (9) : 49
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ
سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
9.49. Di antara mereka ada orang
yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu
menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah
terjerumus ke dalam fitnah . Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi
orang-orang yang kafir.
Al-Baqarah (2) : 193
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ
فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ
2.193. Dan perangilah mereka itu,
sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata
untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada
permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
Al-‘Imran (3) : 7
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ
عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ
وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ
فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ
يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ
أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
3.7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara
(isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan
yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya
condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang
mutasyaabihaat dari padanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari
ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan
orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang
mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil
pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.Demikian sangat mebahayakan fitnah itu bagi kehidupan kita, selain kita berdosa dengan yang Maha kuasa, kita pun berdosa kepada seseorang yang telah kita fitnah. Untuk itu jauhilah fitnah karena sangat berbahaya dan terlalu banyak mudlaratnya. Dan jika ada hukum pidana pun mungkin hukuman paling tinggi yang setimpal bagi orang \yang suka berbuat fitnah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar