Selasa, 07 Februari 2017

Bahaya Fitnah

Ada pepatah mengatakan :
يتقيمايدريلامنيتقيكيف
“Orang yang tidak mengetahui fitnah dan dampak buruknya sangat mungkin jatuh ke dalam suatu fitnah dan bahkan bergelimang dengannya”.
Barangsiapa yang rendah pengetahuannya akan fitnah dan dampak buruknya, maka ia akan sangat mungkin masuk kedalamnya atau bahkan bergelimang dengannya.Dia tidak menyadari bahwa hal ini sangat membahayakan hidupnya.Jika hal ini terus berlanjut, maka kemungkinan besar dia akan menyesal.Mengetahui dampak buruk akan suatu bahaya, menjadikan seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan melakukan suatu tindakan.Begitu juga dengan mengetahui bahaya fitnah dan dampak negatifnya akan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan.
Sehubungan dengan itu, mengenal fitnah termasuk sikap yang dapat meghindarkan kita dari keburukan akibat fitnah, dan hikmah dari kembalinya suatu perkara. Sikap ini termasuk sikap ketakdziman seorang hamba terhadap tuhannya, karena ia akan selalu memandang jauh kedepan sebelum melakukan sesuatu.
Fitnah menurut bahasa adalah
Al-Azhari  rahimahullah  mengatakan, “ coba’an dan ujian  adalah inti dari makna fitnah”
Dan pernyataan tersebut asalnya diambil dari ucapan seseorang:
والذهبالفضةفتنتُ
“Saya menguji perak dan emas”
Arti dari ungkapan di atas adalah melelehkan kedua benda tersebut dengan api, supaya terpisahkan yakni sesuatu yang buruk dan yang baik.
Pada umumnya orang memaknai kata “fitnah” adalah sesuatu yang ada kaitannya dengan orang lain contoh: “saya telah di fitnah”. Padahal arti kata fitnah sejatinya adalah sesuai dengan makna ungkapan di atas yakni “ujian atau coba’an”  atau lebih jelasnya Fitnah adalah ujian atau cobaan baik berupa kebaikan ataupun  keburukan, dengan diberi kenikmataan ataupun  ditimpa suatu kemalangan yang mana manusia itu tidak dapat menerimannya atau menjaganya. Fitnah bagi kaum musyrikin mempunyai artitersendiri, fitnah seorang mukmin terletak pada hartanya, anaknya, jabatannya dan lainnya. Fitnah yang Allah takdirkan terjadi diantara kaum muslimin,
Allah menaksirkan fitnah tejadi pada kaum muslimin. Seperti fitnah yang Dia takdirkan terjadi diantara pengikut Ali dan Mu’awiyah dengan Ahlul Jamal  dan (fitnah yang terjadi) dantara kaum muslimin hingga saling memerangi dan saling memboikot.Semua itu memiliki makna tersendiri (Zaadul Ma’aad: 3/170).
Misalkan :

Ada seorang wanita yang mempunyai paras cantik dan menawan, semua orang takjub akan kecantikan wajahnya, jangankan satu pria, 20 pria pun dalam sekejab bisa dia dapatkan. Namun na’as, kecantikan yang seharusnya menjadi anugerah ini malah menjadikan malapetaka baginya.Bagaimana tidak? Karena paras cantiknya dia telah membuat dua orang pemuda bertengkar hingga salah satunya dalam kondisi kritis dikarenakan memperebutkannya. Bahkan sangking cantiknya ada puluhan germo yang siap menjadikannya wanita penghibur.Kenapa demikian? Karena semua orang suka dengan paras cantiknya.
Dari ilustrasi di atas bukankah itu sebuah malapetaka besar?Dimana letak keberuntungannya jika karena dia seseorang yang seharusnya akur malah menjadi musuh? Apakah masih bisa dikatakan anugerah, jika karena paras cantiknya masa dapan dia terancam?. Jika seseorang menginginkan anugerah dari apa yang dia miliki, seharusnya dia mau menjaga sebuah kelebihannya untuk hal-hal yang seharusnya.

Oleh karena itulah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dan mengulangi sabdanya sampai tiga kali,
الفتنجُنِّبَلمنالسعيدإن
“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah.

Makna inilah yang ditunjukkan oleh firman allah “Azza wa jalla”
{يَوْمَهُمْعَلَىالنَّارِيُفْتَنُونَ}
“(Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api Neraka” (Adz -Dzaariyaat: 13), maksudnya adalah dibakar dengan api Neraka” (Tahdziibul Lughah: 14/296).
Begitu besar bahaya fitnah ini, sehingga dalam Al-Qur’an allah mengulang-ngulangi firmannya.
Firman Allah Ta’ala,
يُفْتَنُونَلَاوَهُمْآمَنَّايَقُولُواأَنْيُتْرَكُواأَنْالنَّاسُأَحَسِبَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabuut: 2).
Manusia akan selamanya diuji oleh allah, karena dengan ujian ini allah akan memilih manusia-manusia yang istimewa, yakni manusia-manusia yang benar-benar beriman kepada allah.
MENGAPA MEMFITNAH ORANG LAIN SANGAT BESAR ANCAMANNYA, BAHKAN MELEBIHI DARI PADA PERBUATAN MEMBUNUH?
Kita sebagai orang muslim harus sangat berhati-hati dalam menjaga ucapan kita, karena ucapan adalah menunjukkan suatu kualitas seseorang. Apalagi sangat diprihatinkan jika kita berbicara harus benar-benar difikir dahulu, karena tidak sedikit orang salah dalam berkata dapat berakibat fitnah bagi orang lain. Apalagi dengan sengaja memfitnah orang lain, sangatlah menunjukkan kehinaan diri kita.
…الفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ القَتْلِ…
fitnah lebih kejam dari pembunuhan… (al-Baqarah: 191)
Bukankah kita selalu bertanya “mengapa fitnah lebih kejam daripada membunuh?Padahal membunuh adalah suatu kejahatan yang paling tinggi tingkatannya. Mengapa masih ada yang lebih tinggi lagi?”. Percaya ataupun tidak “karena fitnah orang lain bisa terbunuh” letak kekejamannya adalah “ jika orang lain terbunuh karena fitnah, pelaku pembunuhan yang sebenarnya tidak akan pernah diketahui atau bahkan dihukum”. Sangat keji bukan?Sekarng tahukan alasan mengapa allah sangat melaknat orang-orang yang suka memfitnah. Pelaku fitnah tidak akan pernah bisa diseret dihadapan hokum, bahkan tidak ada pasalnya. Namun mereka yang melakukan fitnah dia bisa dengan mudah membunuh seseorang tanpa suatu alasan dan tanpa sepengetahuan siapapun.

Dampak dari pelaku fitnah adalah:
An-Nisa (4) : 91
سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُواْ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوَاْ إِلَى الْفِتْنِةِ أُرْكِسُواْ فِيِهَا فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُواْ إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوَاْ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثِقِفْتُمُوهُمْ وَأُوْلَـئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَاناً مُّبِيناً
4.91. Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

APA BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG SUKA MEMFITNAH?
Apapun yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban, apa yang akan ditanggung jawabkan bagi orang-orang yang suka memfitnah? Jangan dikira lolos dari dunia akan lolos ketika di akhirat? Salah besar karenaallah telah menjanjikan balasan bagi para pembuat fitnah.
At-Taubah (9) : 49
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
9.49. Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah . Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

Al-Baqarah (2) : 193
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلّهِ فَإِنِ انتَهَواْ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ
2.193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
Al-‘Imran (3) : 7
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
3.7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat dari padanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

Demikian sangat mebahayakan fitnah itu bagi kehidupan kita, selain kita berdosa dengan yang Maha kuasa, kita pun berdosa kepada seseorang yang telah kita fitnah. Untuk itu jauhilah fitnah karena sangat berbahaya dan terlalu banyak mudlaratnya. Dan jika ada hukum pidana pun mungkin hukuman paling tinggi yang setimpal bagi orang \yang suka berbuat fitnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar